Skin Revive Treatment

Penggunaan teknologi penyinaran dalam bidang dermatologi pada dekade terakhir ini tumbuh sangat cepat seiring dengan perkembangannya untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan kulit. Light-emitting diodes (LEDs) adalah salah satu teknologi penyinaran yang sedang tren untuk saat ini karena banyak penelitian yang telah membuktikan efektifitas dan efisiensi teknologi ini. Teknologi LED dapat menstimulasi dan mengatur hingga ke tingkat fungsional sel di mana akan meningkatkan dan mempercepat proses penyembuhan , mengatasi nyeri, terapi akne, skin rejuvenation dan lainnya.

Skin Revive Treatment (OmniLux®, (Photo Therapeutics Ltd,Tamworth, UK) dan HEALITE® (Lutronic, Korea)) merupakan jenis terapi sinar berbasis LED generasi terkini yang sifatnya non-invasif, non-ablative, pain-free yang dapat diterapkan di berbagai golongan usia. Perawatan ini diterapkan sebagai terapi utama maupun pelengkap terapi yang bersifat operatif dan non-operatif tanpa efek samping terbakar maupun kerusakan jaringan lainnya.

Skin Revive Treatment dapat digunakan untuk area wajah maupun bagian badan lainnya seperti dada, tangan dan punggung. Pengoperasiannya yang mudah dan ergonomis tidak memakan durasi perawatan yang lama serta memberikan efek relaksasi bagi pasien.

Cara kerja Skin Revive treatment:

  1. Mendorong penyembuhan pada luka hingga tingkat selular pasca laser maupun tindakan operatif.
  2. Mengurangi gejala peradangan seperti nyeri, edema (bengkak) dan erythema (kemerahan).
  3. Meningkatkan sirkulasi darah pada luka.
  4. Menurunkan efek memar.
  5. Mempersingkat waktu pemulihan luka.
  6. Memberikan profilaksis (pencegahan) pembentukan scar.
  7. Menurunkan resiko hiperpigmentasi pasca inflamasi.
  8. Meningkatkan efek klinis dari suatu terapi

Indikasi

  1. Penyembuhan luka.
  2. Pengurangan tingkat nyeri pada spasme otot maupun nyeri sendi (arthritis).
  3. Skin rejuvenation.
  4. Mengurangi garis-garis keriput halus/photoaging.
  5. Active acne.
  6. Pasca aesthetic laser dan IPL.
  7. Skin needling.
  8. Chemical peeling (deep maupun superficial).
  9. Pre dan post operasi plastik

Kontraindikasi

Kontraindikasi pada pasien yang photosensitive, yang diakibatkan karena:

  1. Obat-obatan,
  2. Gangguan metabolic seperti Porphyria,
  3. Penyakit autoimun seperti lupus erythematosus,
  4. Albinism,
  5. Photo-sensitive eczema

Penggunaan

  1. Kulit yang terpapar sinar harus dibersihkan dari semua residu make-up, polutan dan
    debu,
  2. Pasien diminta menutup mata dengan rapat dan menggunakan penutup mata yang melindungi pupil. Jenis sinar Skin revive tidak berbahaya bagi retina,
  3. Durasi perawatan antara 10-20 menit sesuai indikasi,
  4. Post treatment pasien menggunakan sunscreen secara tepat jika terpapar sinar matahari,
  5. Hindari penggunaan produk yang dapat mengiritasi kulit seperti alcohol,
  6. Jumlah prosedur minimal 4-8 kali treatment sesuai indikasi, dengan jarak antar treatment minimal 48 jam.

Noda Bekas Jerawat

Jerawat adalah salah satu masalah kulit yang paling banyak dialami oleh kulit berminyak. Setelah jerawat sembuh, sebagian orang mengalami bekas atau noda yang sulit dihilangkan baik noda kehitaman (PIH) maupun noda kemerahan (PIE).

Apa itu PIH ?
PIH (Post Inflammatory Hyperpigmentatio), yaitu noda kecoklatan atau kehitaman yang disebabkan oleh produksi melanin yang berlebih akibat proses inflamasi (peradangan). Jerawat adalah salah satu contoh penyebab proses inflamasi. Saat terjadi inflamasi, kulit akan mengalami stres dan memberi respon dengan produksi melanin yang berlebih. Melanin adalah pigmen yang memberi warna pada rambut, kulit, mata manusia. PIH lebih sering terjadi pada kulit gelap karena type kulit gelap mempunyai kadar melanocyte yang lebih aktif.

Penanganan PIH
PIH tidak dapat secara cepat diatasi dan dihilangkan. PIH dapat dibantu cepat memudar dengan cara mendorong proses pergantian sel kulit yang baru. Misalkan dengan chemical peeling dan obat topikal/cream dengan efek pengelupasan. Bisa juga dikombinasikan dengan pemakaian produk dengan kandungan yang berfungsi untuk mengurangi atau memperlambat produksi melanin (kojic acid, azelaic azid).

Apa itu PIE ?
PIE adalah bekas jerawat berwarna kemerahan, disebabkan karena pelebaran dari pembuluh darah kulit akibat proses inflamasi (peradangan), sehingga terlihat sebagai bercak atau titik kemerahan, atau keunguan. PIE lebih sering terjadi pada kulit terang.

Penanganan PIE
Kita tidak dapat mengelupas kulit agar pembuluh darah tersebut terkikis dan memudar. Malah terkadang proses pengikisan kulit dapat memicu iritasi dan memperberat PIE. Solusi terbaik untuk PIE adalah dengan bantuan tretament laser.

Mikrodermabrasi

Mikrodermabrasi adalah tindakan sejenis pengelupasan (exfoliation) yang menggunakan kristal-kristal mikro untuk menghilangkan sel-sel kulit mati dan merangsang produksi sel kulit baru. Tindakan yang relatif aman dan tidak menyakitkan ini cukup populer digunakan untuk mengatasi pori-pori besar, mengurangi kerutan, mengangkat sel kulit mati, serta mengurangi lubang-lubang bekas jerawat dan flek. Selain mengikis lapisan sel kulit mati, mikrodermabrasi juga bermanfaat merangsang pertumbuhan epidermis dan dermis kulit, merangsang sirkulasi darah dan oksigen, serta merangsang pertumbuhan kolagen dalam kulit. Kulit jadi tampak segar dan awet muda, sehingga tehnik ini dikenal juga sebagai peremaja kulit.

Apakah manfaat dari Mikrodermabrasi ?

    1. Epidermis kulit yakni lapisan terluar kulit kita, ternyata akan menebal sebab dari penuaan dan juga penumpukkan dari sel kulit mati. Cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi penumpukkan sel kulit mati tersebut adalah dengan proses pengelupasan sel kulit mati. Salah satu proses pengelupasan sel kulit mati yang dapat dilakukan adalah dengan Mikrodermabrasi. Menjalani proses Mikrodermabrasi dapat memicu pertumbuhan dari lapisan kulit yang baru menjadi semakin optimal dan hasilnya kulit terlihat lebih sehat, mulus dan juga bersinar.
    2. Dalam proses Mikrodermabrasi, juga dapat merangsang dari pembentukkan serat kolagen dan elastin yang berguna agar tesktur kulit menjadi lebih baik, kerutan atau garis – garis halus menghilang dan juga pori – pori kulit menjadi halus.
    3. Saat melakukan Mikrodermabrasi, kulit akan bertambah cerah yang dikarenakan pengurangan lapisan sel kulit mati serta berkurangnya pigmen melanin pada lapisan kulit.
    4. Kegunaan dan manfaat dari facial Mikrodermabrasi ini adalah meningkatkan kadar dari moisturizer kulit yang dapat dirasakan hasilnya setelah 2 hari proses facial Mikrodermabrasi tersebut.
    5. Facial Mikrodermabrasi dapat juga digunakan untuk mengurangi bekas luka yang diakibatkan dari jerawat atau cacar yang membuat permukaan wajah menjadi tidak rata.
    6. Kegunaan atau manfaat lain dari Mikrodermabrasi adalah dapat digunakan untuk mempercepat proses kerja dari cream, serum dan juga vitamin – vitamin yang anda gunakan sebanyak 3 sampai 5 kali lebih dalam ke lapisan kulit. Proses pengelupasan dilakukan dengan sebuah alat atau mesin yang dimulai dari bagian dagu menuju kearah dahi agar kulit tidak turun.

Efek samping dari Mikrodermabrasi
Berikut ini adalah beberapa efek samping yang mungkin akan terjadi yang kami
dapat dari beberapa sumber ahli.

  1. Kulit memerah. Setelah proses Mikrodermabrasi yang berlangsung selama 30 menit sampai 1 jam ini, anda mungkin akan mendapatkan perubahan pada kulit anda. Warna dari kulit wajah anda menjadi lebih merah dari sebelumnya, ini merupakan salah satu efek yang ditimbulkan dari proses Mikrodermabrasi itu sendiri.
    Secara umum, ini tidak akan berlangsung lama, hanya sekitar 1 sampai 2 hari saja, tetapi bila terjadi gangguan setelah hari ke 4 dan seterusnya, maka dipastikan ada yang tidak beres atau salah dengan kulit anda. Segera periksakan ke dokter tersebut dan bertanya tentang apa yang terjadi dan bagaimana cara mengatasinya.
  2. Menghilangnya stratum korneum. Epidermis yakni lapisan kulit terluar, terdiri dari sel kulit mati yang terletak dibagian paling atas permukaan kulit. Lapisan kulit mati yang biasa disebut dengan stratum komeum ini berfungsi sebagai penghalang antara lingkugan luar dan lapisan kulit dibawahnya atau dengan kata lain sebagai pelindung dari segala macam dampak negatif dari lingkungan luar. Saat melakukan Mikrodermabrasi, lapisan ini akan dihilangkan dan berakibat anda tidak lagi memiliki pelindung dari radiasi lingkungan sekitar. Karena itu, setelah proses Mikrodermabrasi selesai, sangat tidak dianjurkan untuk terkena sinar matahari langsung tanpa menggunakan tabir surya dan pelembap.
  3. Kulit menjadi kering. Metode Mikrodermabrasi ini juga dapat menyebabkan kulit menjadi kering jika anda terlalu sering melakukan Mikrodermabrasi. Meski telah terbukti dapat menjadi solusi dari berbagai masalah seperti kerutan, jerawat dan komedo, tetapi anda juga harus menerima dampak kadar kelembapan kulit menjadi cepat menurun. Solusi dari permasalahan ini adalah dengan menggunakan pelembap, tetapi untuk solusi jangka panjang maka anda harus kembali memeriksa ke dokter tentang kondisi yang sedang anda alami. Untuk  anda yang berminat mendapatkan kulit halus, mulus, sehat dan bercahaya, maka proses mikrodermabrasi ini pantas untuk dicoba.

Kombinasi Intense Pulse Light & Platelet Rich Plasma untuk Acne

IPL atau Intense Pulse Light adalah salah satu terapi yang dapat digunakan untuk perawatan acne , aging ataupun untuk menghilangkan bulu yang tidak diinginkan. IPL untuk acne bekerja dengan cara membunuh kuman p acnes yang terdapat pada jerawat serta mengurangi produksi minyak pada wajah.

PRP atau Platelet Rich Plasma adalah plasma yang tinggi platelet ini di dalam tubuh berguna untuk menghentikan perdarahan, memperbaiki kerusakan pembuluh darah dan sel, platelet juga memiliki kandungan growth factor yang berguna untuk mengaktifkan sel dan meremajakan sel. Pada jerawat PRP mampu mengurangikemerahan jerawat serta mampu memperbaiki kerusakan sell akibat jerawat.
Langkah-langkah treatment :

  1. Wajah dibersihkan terlebih dahulu , kemudian kedua mata pasien akan ditutup oleh kacamata pelindung.
  2. Kemudian dokter akan menembak sinar IPL pada area wajah yang bermasalah. Pengerjaan IPL kurang lebih 10-20 menit sesuai kebutuhan pasien.
  3. Wajah dibersihkan kembali untuk persiapan pasien melakukan tinakan lanjutan yaitu prp,
  4. Setelah dibersihkan area wajah akan dioles salep anastesi atau salep baal kurang lebih 30 menit.
  5. Sambil menunggu salep anastesi bekerja, darah pasien akan diambil melalui vena yang berada di lengan sebanyak 20-40 cc sesuai kebutuhan pasien.
  6. Darah pasien akan diputar untuk dipisahkan plasma dengan sel darah merahnya kurang lebih 30 menit.
  7. Setelah 30 menit wajah pasien dibersihkan kembali dengan kapas alkohol kemudian plasma akan disuntikkan dan atau dioles di area yang dibutuhkan.

Hal-hal yang harus dihindari setelah treatmen:

  1. Paparan sinar matahari langsung (kurang lebih 2minggu)
  2. Chemical peeling (kurang lebih 2 minggu)
  3. Cream malam (kurang lebih3 malam)

Berikut foto sebelum dan sesudah treatmen salah satu pasien acne kami, yang sudah melakukan 3x treatmen dengan jarak 2-4 mnggu. Pasien dalam kondisi tidak menggunakan cream perawatan. Identitas pasien tidak ingin dipublikasikan atas permintaan pasien.

Hyaluronic Acid

Hyaluronic acid atau dalam Bahasa Indonesia disebut asam hyaluronat, pasti sudah tidak asing lagi bagi kaum wanita yang menyukai perawatan kulit dan wajah.

Apa itu asam hyaluronat?

Asam hyaluronat (AH) merupakan glikosaminoglikan yang secara alami diproduksi oleh tubuh manusia. AH dapat ditemukan pada semua jaringan ikat dan organ, seperti kulit, cairan sendi, pembuluh darah, otak, dan tulang rawan. Namun asam hyaluronat 50% ditemukan paling banyak pada kulit. Karena sifatnya yang higroskopis, maka asam hyaluronat mampu menarik air dari jaringan di sekitarnya, sehingga berfungsi sebagai lubrikan (seperti AH pada cairan sendi), menjaga kestabilan tulang rawan, dan tentunya menjaga kelembaban dan regenerasi kulit kita. Seperti kita tahu, proses penuaan membuat produksi asam hyaluronat pada tubuh kita menjadi berkurang. Ditambah dengan paparan sinar ultraviolet (terutama UVB), membuat AH yang secara natural terdapat pada kulit kita, menjadi terurai dan rusak. Akibatnya kulit menjadi kering, tidak bercahaya, dan bila berlanjut membuat mudahnya timbul garis dan kerutan halus.

Bagaimana asam hyaluronat bisa melembabkan kulit?

Berdasarkan penelitian, 1 gram asam hyaluronat mampu mengikat air sebanyak 6 Liter dari lingkungan sekitarnya. Hal ini membuat AH menjadi moisturizer hebat yang mampu melembabkan kulit kering dan dehidrasi. Bila kulit kita kaya akan air, maka tekstur kulit akan lebih lembut, kenyal, dan garis halus dapat berkurang.

Bagaimana cara mendapatkan asam hyaluronat?

Asam hyaluronat saat ini dapat ditemukan dalam bentuk suplemen, sediaan topikal (serum atau krim), dan injeksi.

Apakah suplemen asam hyaluronat efektif?

Telah dilakukan penelitian yang melibatkan 60 subjek campuran pria dan wanita dengan kisaran usia 22-59 tahun, dimana semua subjek memiliki kerutan pada mata, dan dibagi menjadi 2 kelompok. Salah 1 kelompok diberikan suplemen AH secara oral dengan dosis 120 mg per hari selama 12 minggu. Dan hasil akhir adalah setelah pemberian suplemen AH selama 8 minggu, kerutan mata pada kelompok tersebut berkurang secara signifikan, dan setelah 12 minggu, kulit nampak lebih lembab dan kenyal. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa suplemen AH secara oral dapat mengurangi kerut dan memperbaiki tekstur kulit.

Bagaimana dengan injeksi asam hyaluronat?

Dengan proses injeksi manfaat dari asam hyaluronat dapat lebih terasa pada kulit. Dikarenakan injeksi dilakukan langsung pada area yang membutuhkan. Problem penuaan kulit paling mudah terlihat di area wajah, leher, dada, dan punggung tangan. Dengan injeksi asam hyaluronat langsung pada targetnya, mampu memberikan ekeftivitas yang lebih baik dibanding suplemen oral.

Gold Toning Laser Spectra-XT untuk Post Acne Redness

Laser gold toning dengan panjang gelombang 595 nm & fluence. Acne vulgaris atau yang lebih dikenal sebagai jerawat, adalah salah satu penyakit kulit yang paling umum terlihat terutama selama masa remaja. Tetapi eritema/kemerahan yang muncul pada wajah setelah jerawat sembuh menjadi sebuah masalah baru yang membuat sebagian orang merasa tidak percaya diri. Laser gold toning dengan panjang gelombang 595 nm & fluence yang rendah dapat mengatasi kemerahan atau eritema yang timbul setelah jerawat sembuh.

Prinsip kerja dari gold toning adalah mengurangi kemerahan pasca jerawat & juga membantu dalam mengurangi inflamasi/peradangan dimana pembuluh darah abnormal didalam kulit akan dikembalikan pada keadaan normal. Dengan panjang gelombang 595nm sangat efektif untuk mengatasi kemerahan pada pembuluh darah, karena penyerapan tinggi panjang gelombang tersebutoleh oxy-hemoglobin (molekul pembawa oksigen dalam sel darah merah). Selain itu 595nm menembus cukup dalam kedalam kulit untuk mencapai target pembuluh darah yang sangat kecil yang merupakan penyebab kemerahan. Treatment ini disarankan dilakukan 5-10 x dengan jeda perawatan 2 minggu atau sesuai indikasi medis pretimbangan dokter. Downtime dalam perawatan ini relatif rendah & pasien hanya merasakan sensasi hangat pada kulit sesuai dengan kekuatan yang digunakan. Setelah melakukan perawatan dapat melakukan aktivitas seperti biasa dengan tetap menggunakan sunblock sebagai pelindung matahari.

Tabir Surya

Banyak orang takut terkena sinar matahari karena takut hitam. Sebenarnya sinar matahari sangatlah berguna dalam memberikan vitamin D bagi kulit. Namun jika berlebihan dapat menyebabkan masalah pada kulit seperti flek hitam bahkan kanker kulit. Penggunaan tabir surya dalam perawatan dasar sehari-hari sangatlah penting. Namun, masih banyak orang mengabaikan penggunaan tabir surya terutama pada kaum pria. Tabir surya akan melindungi tubuh dari paparan sinar matahari dan sinar UV (ultra violet) yang dikaitkan dengan penuaan dini akibat radikal bebas. Ada 2 jenis UV yang dapat menyebabkan kerusakan kulit, yaitu UVA dan UVB.

UVA (Aging) dapat menembus hingga bagian terdalam kulit yang menyebabkan penuaan dini, sedangkan UVB (Burning) dapat menyebabkan kulit kecoklatan dan terbakar di lapisan teratas kulit. Supaya penggunaan tabir surya efektif dalam melindungi kulit, setidaknya oleskan tabir surya 20 menit sebelum terpapar matahari. Disarankan menggunakan tabir surya dengan SPF minimal 15 atau yang lebih tinggi untuk orang berkulit lebih terang. Namun makin tinggi SPF nya, akan cenderung membuat wajah terasa lebih berminyak, tentunya tidak cocok untuk jenis kulit berminyak atau berjerawat. Oleh karena itu, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk mendapatkan tabir surya yang cocok dengan jenis kulit. Selain menggunakan tabir surya, ada baiknya tetap menggunakan pelindung alami seperti topi atau payung jika beraktifitas di bawah matahari secara terus menerus.

Dermatitis Perioral

Dermatits adalah kondisi di mana kulit mengalami peradangan. Peradangan ini dapat dilihat adanya ruam, kulit kemerahan yang dapat menimbulkan rasa gatal. Kulit yang mengalami dermatitis apabila mengalami lecet dan terinfeksi akan mengeluarkan kerak dan dapat mengelupas.

Apa sebenarnya dermatitis perioral ?

Dermatitis perioral adalah kelainan pada kulit yang terjadi di sekitar mulut, kemerahan, seperti jerawat kecil-kecil. Selain kemerahan, kelainan ini dapat menimbulkan gatal. Kadang, terasa seperti terbakar. Kalaupun tidak ada rasa gatal atau terbakar, kelainan ini dapat menimbulkan rasa kering dan kulit pecah-pecah.

Apa penyebab dermatitis perioral ?

Dermatitis ini tidak diketahui penyebab pastinya. Kadang ada beberapa produk yang bisa mengiritasi kulit kita, termasuk produk-produk kulit atau pasta gigi. Itu juga bisa terjadi karena reaksi alergi yang kontak dengan kulit.

Apa yang bisa mengurangi perioral dermatitis ?

Dermatitis perioral dapat sembuh dengan sendirinya. Untuk menghilangkan dermatitis perioral ini, kamu harus menghentikan penggunaan kortikosteroid termasuk salep hidrokortisone. Ini berarti jika kamu menggunakan salep hidrokortisone tanpa sepengetahuan dokter, maka hentikanlah. Ketika cream yang mengandung hidrokortisone atau kortikostroid di hentikan secara tiba-tiba, maka dermatitis di kulit akan semakin memburuk. Jika ini terjadi, biasanya pasien akan menggunakan kortikosteroid kembali. Sebaiknya sebelum menghentikan kortikostroid didiskusikan dahulu dengan dokter, agar tidak terjadi rebound phenomena.

Bagaimana penanganan dermatitis perioral ?

  1. Hentikan penggunaan kortikosteroid, termasuk hidrokortisone cream pada
    kulit.
  2. Memberikan antibiotik seperti eritromicin dan tetrasiklin.
  3. Mengubah penggunaaan skin care rutin ( gunakan sabun yang bebas dari pengharum dan usahakan mencuci wajah dengan lembut).
  4. Ada beberapa pasien yang mungkin masih membutuhkan kortikostroid dalam dosis rendah dan dalam jangka waktu yang pendek, seiring dengan pengobatan yang lain ( harus dalam pengawasan dokter )
  5. Penanganan dermatitis ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar, bisa beberapa minggu bahkan beberapa bulan untuk bisa sembuh.

 

Masalah dan Cara Merawat Wajah saat Hamil

Pada saat hamil hormone mengalamin naik turun, maka dapat menimbulkan beragam masalah kulit pada ibu hamil, salah satunya di wajah. Masalah ini bisa membuat ibu hamil menjadi bingung dalam memilih produk kecantikan atau bagaimana merawat wajah saat hamil. Satu hal yang perlu diingat, Ibu hamil perlu lebih berhati-hati dalam memilih produk dan jenis perawatan wajah saat hamil, agar tidak membahayakan janin dan kandungan Anda.

Berikut ini adalah beberapa masalah wajah yang dapat menghampiri saat hamil dan cara merawatnya:

  1. Jerawat
    1. Timbulnya jerawat pada masa kehamilan adalah hal yang banyak terjadi pada wanita hamil. Jerawat pada masa kehamilan terjadi karena meningkatnya hormone androgen dan memicu kelenjar minyak pada kulit untuk memproduksi minyak lebih banyak, hingga akhirnya menimbulkan jerawat.
    2. Cara merawatnya:
      1. Pertama selalu diingat mencuci wajah setidaknya dua kali sehari dengan menggunakan sabun atau pembersih wajah yang berbahan ringan.
      2. Bisa menggunakan obat oles dengan kandungan seperti azelaic acid, glycolic acid, alpha hydroxy acid, atau sulfur. Namun, sebelum Anda memutuskan untuk menggunakan obat, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
      3. Untuk tingkat jerawat yang berat, maka dokter akan memberikan obat antibiotik minum untuk menghilangkan jerawat, seperti erythromycin.
  2. Flek Hitam atau Melasma
    1. Flek hitam di wajah juga bisa muncul saat hamil. Penyebab pasti kondisi ini belum diketahui dengan jelas, tetapi meningkatnya hormon progesteron, estrogen, dan hormon penghasil melanosit (sel kulit yang menghasilkan pigmen) menyebabkan warna kulit menjadi lebih gelap, sehingga menimbulkan bercak pada bagian pipi, kening, bibir, dan hidung. Paparan sinar matahari juga turut berperan dalam munculnya bercak kehitaman pada wajah.Melasma dapat berkurang setelah melahirkan.
    2. Cara Merawatnya:
      1. Bersihkan wajah dengan cairan pembersih yang sesuai dengan jenis kulit, terutama setelah beraktivitas dan sebelum tidur
      2. Gunakan serum atau pelembab yang mengandung vitamin C di pagi hari
      3. Gunakan tabir surya dengan SPF minimal 30 setelah menggunakan serum atau pelembab, dan ulangi penggunaan setiap 2 jam, Tabir surya ini berfungsi untuk melindungi kulit dari sinar UV yang dapat memicu perubahan pigmen kulit.
      4. Ibu hamil bisa juga menggunakan krim wajah sesuai anjuran dokter

Vitamin C

Vitamin C merupakan vitamin larut air dan berfungsi sebagai antioksidan. Pada kulit, vitamin C berfungsi sebagai foto proteksi dan juga produksi kolagen, yang dibutuhkan dalam pembentukan jaringan di tulang, gigi dan tulang rawan. Vitamin C juga berfungsi dalam proses penyembuhan luka, imunitas atau kekebalan tubuh, dan juga sebagai anti oksidant larut air. Seiring dengan bertambahnya usia, cadangan vitamin C ikut berkurang, dan dapat diperparah dengan kebiasaan merokok.

Vitamin C tidak diproduksi oleh tubuh, hanya bisa didapatkan dari luar melalui suplemen oral ataupun dari bahan makanan. Dan untuk permukaan kulit, dapat melalui penggunaan obat topical (oles) seperti serum vitamin C. Salah satu fungsi vitamin C pada kulit adalah untuk mengurangi hiperpigmentasi dengan cara menghambat kerja dari enzim tyrosinase, yaitu enzim yang berfungsi sebagai enzim utama sintesis (pembentukan) melanin. Selain itu vitamin C juga dapat mencegah dampak dari sinar ultraviolet pada kulit. Sebagai anti oksidant, vitamin C dapat mengurangi resiko terhadap kanker, dan juga efek dari penuaan. Tanda-tanda kekurangan vitamin C adalah gusi berdarah, nyeri sendi, mudah lebam atau memar, kulit kering.

Dosis yang disarankan untuk vitamin C adalah 75mg/hari untuk wanita dan 90mg / hari untuk pria. Untuk perokok membutuhkan tambahan 35 mg/ hari karena adanya peningkatan resiko stress oksidatif. Batas maksimal konsumsi vit C adalah 2000 mg/hari. Sumber makanan yang kaya akan vitamin C adalah jeruk, strawberi, kiwi, papaya, paprika, brokoli. Vitamin C relative aman dalam dosis tinggi, akan tetapi bila konsumsi diatas 2g / hari dapat menimbulkan gejala seperti diare, mual, nyeri perut, jumlah urin berkurang, dan ruam kulit.